Miris! 600.000 Anak Gaza Terancam Mati Kelaparan
GAZA, iNews.id - Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza mencapai titik paling menyedihkan dalam sejarah modern. Sebanyak 600.000 anak Palestina di bawah usia 10 tahun kini hidup dalam ancaman kematian akibat kelaparan akut. Sementara itu, warga yang mencoba bertahan hidup dengan mengantre bantuan kemanusiaan justru dibunuh dengan brutal oleh pasukan Israel.
Menurut data resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, selain anak-anak, 60.000 bayi telah mengalami malnutrisi parah, dan 60.000 ibu hamil tak memperoleh asupan gizi layak. Kondisi ini diperparah oleh hancurnya sistem kesehatan dan terbatasnya akses pada makanan dan obat-obatan di tengah blokade total yang diberlakukan Israel.
Yang paling menyayat hati, ratusan warga sipil Gaza dibunuh saat mencoba mendapatkan bantuan. Sejak 27 Mei 2025, sebanyak 995 orang tewas, 6.011 luka-luka, dan 45 lainnya hilang ketika mengantre bantuan makanan di lokasi-lokasi distribusi yang dikelola Gaza Humanitarian Foundation (GHF), sebuah lembaga yang dijalankan oleh Israel dan Amerika Serikat tanpa pengakuan PBB maupun lembaga internasional lainnya.
Pemerintah Gaza menyebut pusat-pusat distribusi GHF sebagai “jebakan maut”, tempat di mana warga yang kelaparan datang hanya untuk menjadi target tembakan.
"Jumlah orang yang menunggu distribusi bantuan kemanusiaan di tempat-tempat yang disebut jebakan maut telah meningkat menjadi 995 orang," bunyi pernyataan resmi Kantor Media Pemerintah Gaza, Senin (21/7/2025).