Duh! Air, Tanah dan Udara di Gaza Diduga Terkontaminasi Zat Berbahaya akibat Ulah Israel
WINA, iNews.id - Kekhawatiran besar muncul mengenai kondisi lingkungan di Jalur Gaza setelah Israel menjatuhkan lebih dari 100.000 ton bahan peledak selama agresi militer terbarunya. Jumlah tersebut disebut setara dengan lima kali bom atom Hiroshima, meninggalkan dampak yang jauh melampaui kehancuran fisi, yakni ancaman kontaminasi yang dapat berlangsung puluhan tahun.
Duta Besar Palestina untuk Austria sekaligus Pengamat Tetap untuk PBB di Wina, Salah Abdel Shafi, mengungkap banyak penyelidikan internasional menemukan indikasi penggunaan uranium terdeplesi dalam serangan Israel. Bahan ini dikenal mampu mencemari lingkungan dan memicu risiko kesehatan jangka panjang bagi manusia.
“Kami tidak tahu kualitas air di Jalur Gaza. Kami yakin terkontaminasi. Kami juga menduga tanah dan udara terkontaminasi,” ujar Abdel Shafi.
Dia menegaskan skala ledakan yang terjadi telah membawa Gaza pada situasi ekologis yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Air Minum Jadi Ancaman Baru
Ledakan yang masif diduga telah merusak akuifer dangkal, satu-satunya sumber air utama warga Gaza. Dengan pecahnya pipa-pipa, hancurnya infrastruktur sanitasi, serta kemungkinan jatuhan residu bahan peledak ke dalam tanah, air minum kini menjadi sumber penyakit yang mengintai.