Di Korea Utara, Pakai Lipstik Merah Dianggap sebagai Perlawanan pada Negara
"Warna merah mewakili kapitalisme dan itulah kenapa komunitas Korea Utara tidak memperbolehkan Anda memakainya," ujarnya.
Kang menceritakan lebih lanjut, setiap hari di pusat-pusat keramaian masyarakat selalu terlihat Gyuchalde--polisi fesyen di Korut--yang berpatroli. Mereka bukan hanya mengecek gaya rambut, riasan tetapi juga gaya berpakaian perempuan-perempuan Korut.
Sebab, disinyalir banyak perempuan Korut yang secara diam-diam mengadopsi gaya berpakaian perempuan Korsel yang dianggap lebih moderat.
Tak hanya Gyuchalde, kata Kang, penduduk tradisional Korut juga tidak senang dengan masuknya budaya Korsel ke negara mereka. Bahkan, mereka tak segan memberikan sanksi sosial bagi perempuan atau orang yang ketahuan mengadopsi budaya negara tetangga.
"Kapanpun saya memakai make-up, orang-orang tua di desa akan mengatakan bahwa saya pemberontak kapitalis."