Urutan ketiga adalah Georgia, sebanyak 1.042 warganya berperang membela Ukraina. Namun sebanyak 561 di antaranya terbunuh.
Putin Ajak Penduduk Wilayah Ukraina yang Dicaplok Rusia Sukseskan Pilpres 2024
Keterlibatan banyak warga Georgia dalam perang tersebut cukup mengejutkan. Pasalnya negara Kaukasus tersebut memilih bersikap netral dalam konflik Rusia dan Ukraina. Bahkan Georgia beberapa kali menolak permintaan Ukraina untuk membuka front pertempuran melawan Rusia.
Posisi berikutnya diisi Kanada, sebanyak 1.005 warga negara itu berperang untuk Ukraina. Dari angka tersebut, sebanyak 491 di antaranya tewas.
Pilpres Rusia Bakal Dipantau 36 Negara dan 5 Organisasi Internasional, termasuk OKI
Kanada memiliki kedekatan dengan Ukraina. Negara itu memiliki komunitas Ukraina yang besar. Mereka adalah keturunan dari warga yang melarikan diri saat Perang Dunia II. Kelompok-kelompok pro-Nazi dari Ukraina melarikan diri ke Kanada untuk menghindari penangkapan oleh Uni Soviet.
Selain itu, Inggris, Rumania, Kroasia, dan Prancis juga menyumbang sejumlah besar tentara bayaran ke Ukraina. Sebanyak 356 warga negara Prancis berperang di Ukraina, sekitar 147 di antaranya terbunuh.
Sementara itu Kedubes Rusia di Jakarta mengungkap ada 10 warga negara Indonesia (WNI) yang ikut berperang membela Ukraina. Sebanyak empat di antaranya tewas.
Rusia mengategorikan Indonesia dalam kelompok Australia dan Oseania bersama Australia dan Selandia Baru.
"Kementerian Pertahanan Rusia terus mencatat para tentara bayaran asing yang memasuki Ukraina untuk berpartisipasi dalam pertempuran," bunyi pernyataan Kedubes Rusia di Jakarta melalui media sosial X.
Editor: Anton Suhartono