China Teken Pakta Keamanan dengan Kepulauan Solomon, AS dan Australia Kegerahan
Di Washington DC, Gedung Putih menyatakan prihatin tentang kurangnya transparansi dan sifat yang tidak jelas dari pakta China-Solomon tersebut. Menurut rencana, Amerika Serikat akan mengirim delegasi tingkat tingginya ke ibu kota Solomon, Honiara, dalam minggu ini. Kunjungan utusan itu bertujuan untuk membahas kekhawatiran Amerika tentang China, serta pembukaan kembali kedutaan AS di Solomon.
Para pejabat Australia mengatakan, China tampaknya ingin mendahului kedatangan delegasi AS di Honiara.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, menolak rencana kunjungan pejabat AS ke Solomon. “Upaya yang disengaja untuk meningkatkan ketegangan dan memobilisasi kubu-kubu saingan juga pasti akan gagal,” katanya.
Wang Wenbin menuturkan, pakta kerangka kerja sama telah ditandatangani baru-baru ini oleh Menlu China Wang Yi dan Menlu Kepulauan Solomon, Jeremiah Manele. Namun, dia tidak menjelaskan lebih perinci tentang di mana atau kapan penandatanganan pakta itu berlangsung.
Seorang juru bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih (NSC) mengatakan, Amerika Serikat akan mengintensifkan keterlibatannya di kawasan Pasifik untuk memenuhi tantangan abad ke-21, baik dari segi keamanan maritim dan pembangunan ekonomi, hingga krisis iklim dan Covid-19.