China Ingin Invasi Taiwan, Kepala CIA: Jangan Remehkan Ambisi Presiden Xi Jinping
WASHINGTON, iNews.id - Kepala Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (AS) CIA, William Burns memperingatkan agar tak meremehkan ambisi Presiden China Xi Jinping terhadap Taiwan. Informasi intelijen AS menyebut Presiden Xi akan menginvasi Taiwan pada 2027.
"Sekarang, itu tidak berarti bahwa dia memutuskan untuk melakukan invasi pada tahun 2027, atau tahun lainnya. Tapi itu adalah pengingat akan keseriusan fokus dan ambisinya," kata Burns dalam sebuah acara di Universitas Georgetown di Washington, Kamis (2/2/2023).
"Penilaian kami di CIA adalah bahwa saya tidak akan meremehkan ambisi Presiden Xi sehubungan dengan Taiwan," katanya.
Dia menduga, saat ini pemimpin China kemungkinan besar 'terkejut dan gelisah' dan mencoba menarik pelajaran dari 'kinerja yang sangat buruk' dari militer dan sistem persenjataan Rusia di Ukraina.
31 Pesawat Tempur dan 4 Kapal Perang China Dekati Taiwan, Mau Apa?
Sebagai informasi, Rusia dan China menandatangani kemitraan 'tanpa batas' pada Februari tahun lalu, tak lama sebelum pasukan Rusia menginvasi Ukraina. Hubungan ekonomi mereka berkembang pesat karena hubungan Rusia dengan Barat telah menyusut.
China telah menahan diri untuk tidak mengutuk operasi Rusia di Ukraina. Tetapi mereka berhati-hati untuk tidak memberikan dukungan material langsung yang dapat memicu sanksi Barat seperti yang dikenakan pada Moskow.
Perdana Menteri Taiwan Su Tseng Chang dan Kabinetnya Mundur, Ada Apa?
"Saya pikir itu adalah kesalahan untuk meremehkan komitmen bersama untuk kemitraan itu, tapi itu bukan persahabatan yang sepenuhnya tanpa batas," kata Burns.
Invasi Rusia telah memicu kekhawatiran di Barat bahwa China kemungkinan melakukan langkah serupa di Taiwan. China dianggap sebagai 'tantangan geopolitik terbesar' yang saat ini dihadapi oleh AS.
Kue Keranjang dari Pecinan Subang Tembus Pasar Luar Negeri Taiwan dan Prancis
Editor: Umaya Khusniah