Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Intelijen AS Kaget Militer Iran Mampu Pulihkan Persenjataan padahal Digempur Habis-habisan
Advertisement . Scroll to see content

Cadangan Mineral Afghanistan Capai Rp14.469 Triliun, Mau Diapakan Taliban?

Jumat, 20 Agustus 2021 - 15:25:00 WIB
Cadangan Mineral Afghanistan Capai Rp14.469 Triliun, Mau Diapakan Taliban?
Pejuang Taliban membawa senjata buatan Amerika Serikat yang ditinggalkan Tentara Nasional Afghanistan, Senin (16/8/2021). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

Menurut dia, banyak tantangan yang membuat terhambatnya proses penambangan mineral berharga di Afghanistan di masa lalu. Tantangan itu antara lain mencakup masalah keamanan, kurangnya infrastruktur, dan kekeringan parah yang melanda negeri itu.

Para ahli percaya ada minat yang tumbuh dari negara-negara seperti China, Pakistan dan India, yang mungkin mencoba untuk terlibat dan memanfaatkan sumber daya Afghanistan yang besar itu, meskipun terjadi kekacauan di sana. “Ini menjadi tanda tanya besar,” kata Schoonover.

Bahkan sebelum Presiden AS Joe Biden mengumumkan akan menarik pasukan Amerika Serikat dari Afghanistan awal tahun ini—yang dianggap sebagai tindakan menyiapkan panggung untuk kembalinya kendali Taliban—prospek ekonomi negara itu tetap suram.

Pada 2020, diperkirakan 90 persen warga Afghanistan hidup di bawah tingkat kemiskinan yang ditetapkan pemerintah, yaitu hanya memperoleh penghasilan sebesar 2 dolar AS per hari, menurut laporan US Congressional Research Service yang diterbitkan pada Juni lalu. Dalam profil negara terbarunya, Bank Dunia mengungkapkan, ekonomi Afghanistan tetap dalam kondisi yang rapuh dan sangat tergantung pada bantuan asing.

Namun, penemuan tentang kekayaan mineral Afghanistan, yang dibangun berdasarkan survei sebelumnya yang dilakukan oleh Uni Soviet, tampaknya telah menawarkan janji besar. Apalagi, permintaan logam seperti litium dan kobalt, serta elemen tanah jarang seperti neodimium, melonjak di saat banyak negara mencoba beralih ke mobil listrik dan teknologi ramah lingkungan lainnya untuk memangkas emisi karbon.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut