KABUL, iNews.id – Afghanistan kini menjadi perhatian global. Bukan saja karena kabar tentang kejatuhan pemerintahnya yang berlangsung cepat oleh kelompok Taliban baru-baru ini, tetapi juga melimpahnya kekayaan mineral negara itu yang belum termanfaatkan.
CNN pada Kamis (19/8/2021) melaporkan, Afghanistan saat ini memang tercatat sebagai salah satu negara termiskin di dunia. Akan tetapi, cadangan mineral seperti besi, tembaga, dan emas tersebar di seluruh provinsi negara itu.
AS Dituding Berencana Dominasi Amerika Latin Sepenuhnya
Ada juga mineral tanah langka. Bahkan—yang paling penting—Afghanistan bisa jadi salah satu pemilik simpanan litium terbesar di dunia. Litium adalah komponen penting namun langka yang digunakan dalam berbagai produk baterai isi ulang serta teknologi lain yang dibutuhkan untuk mengatasi krisis iklim global.
Lebih dari satu dekade lalu, pada 2010, pejabat militer dan ahli geologi AS memperkirakan pasokan mineral Afghanistan bisa bernilai sekitar 1 triliun dolar AS (sekira Rp14.469 triliun untuk kurs saat ini).
Bukan Taliban, Kelompok Ini yang Paling Dikhawatirkan Amerika Serikat di Afghanistan
“Afghanistan tentu saja merupakan salah satu daerah yang kaya akan logam mulia tradisional, tetapi juga logam (yang dibutuhkan) untuk ekonomi yang muncul di Abad ke-21,” kata ilmuwan yang juga pakar keamanan pendiri Ecological Futures Group, Rod Schoonover, dikutip kembali Alarabiyah, Jumat (20/8/2021).