AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih
Rabu, 20 Mei 2026 - 10:59:00 WIB
"(WHO) Telah gagal berkali-kali. Jelas, semua orang sudah sangat familiar dengan apa yang mereka lakukan, menutupi pandemi Covid-19 untuk Partai Komunis China,” katanya, menambahkan.
WHO membantah tuduhan AS bahwa mereka terlalu lunak terhadap China atau membiarkan negara itu menyembunyikan wabah Covid.
Deplu AS pada Selasa (19/5/2026) mengumumkan akan mendanai hingga 50 pusat perawatan Ebola di Kongo atau Uganda melalui pendanaan awal sekitar 13 juta dolar AS.
Rubio mengatakan, sulit untuk mendatangi daerah-daerah terdampak Ebola karena berada di tempat yang sulit dijangkau akibat perang, saudara.
Editor: Anton Suhartono