Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pintu Masuk Indonesia Diperketat usai WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Global
Advertisement . Scroll to see content

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:59:00 WIB
AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih
Menlu AS Marco Rubio menuduh WHO telat mengidentifikasi wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio menuduh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telat mengidentifikasi wabah Ebola yang mematikan di Republik Demokratik Kongo. Wabah Ebola strain baru di Kongo telah merenggut sedikitnya 100 nyawa.

AS, di masa pemerintahan Presiden Donald Trump, menghentkan pendanaan untuk badan PBB tersebut, bahkan menarik keanggotaan negara.

“Yang terdepan jelas adalah CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) dan Organisasi Kesehatan Dunia, sayangnya agak terlambat mengidentifikasi hal ini,” kata Rubio, merespons pertanyaan jurnalis terkait wabah Ebola yang telah ditetapkan WHO sebagai darurat global, dikutip Rabu (20/5/2026).

Seorang pejabat Departemen Luar Negeri (Deplu) AS, saat dimintai penjelasan mengenai pernyataan Rubio itu, mengatakan WHO membutuhkan waktu 10 hari untuk mengonfirmasi wabah Ebola.

“Sekarang kita sudah 4 hari dalam merespons, seharusnya bisa 14 hari,” kata pejabat yang meminta identitasnya tak dipublikasikan itu, dikutip dari AFP.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut