AS Hentikan Relaksasi Sanksi Minyak Rusia, Harga Energi Terancam Naik
Berakhirnya keringanan ini terjadi sehari setelah Senator Demokrat AS Jeanne Shaheen dan Elizabeth Warren secara terbuka mendesak pemerintahan untuk tidak memperpanjang keringanan tersebut.
Mereka menilai, kebijakan itu memberi pendapatan penting bagi Rusia untuk mendanai operasi militernya di Ukraina, sekaligus gagal menurunkan biaya bahan bakar bagi konsumen Amerika.
Perpanjangan keringanan awal merupakan bagian dari strategi Gedung Putih yang lebih luas untuk mengendalikan pasar energi global, yang telah melihat harga minyak bertahan di atau di atas 100 dolar AS per barel sejak pecahnya perang Iran pada 28 Februari.
Langkah tambahan yang diterapkan pemerintahan AS mencakup pinjaman darurat dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) serta keringanan sementara regulasi pengiriman Jones Act.
Trump juga mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya membahas kemungkinan pencabutan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan China yang membeli minyak Iran saat bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing beberapa waktu lalu.
Para ahli menyebut, pergeseran ini kemungkinan akan mendorong patokan energi global ke atas dan dapat meningkatkan harga bensin AS, yang sudah rata-rata di angka 4,50 dolar AS per galon (3,8 liter). Baik harga minyak domestik maupun internasional telah berfluktuasi di sekitar atau di atas 100 dolar AS per barel sejak perang dimulai.
Editor: Aditya Pratama