Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, Sekjen PBB: Ini Momen Genting Dunia
Advertisement . Scroll to see content

12 Negara Uni Eropa Mulai Menjerit gara-gara Rusia Pangkas Pasokan Gas Jadi 40 Persen Saja

Kamis, 23 Juni 2022 - 17:15:00 WIB
12 Negara Uni Eropa Mulai Menjerit gara-gara Rusia Pangkas Pasokan Gas Jadi 40 Persen Saja
Ilustrasi pasokan gas dari Rusia ke Uni Eropa yang dialirkan lewat pipa. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BRUSSELS, iNews.id – Sebanyak 12 negara Uni Eropa kini telah terdampak oleh pemangkasan pasokan gas dari Rusia. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kebijakan Iklim Uni Eropa, Frans Timmermans, Kamis (23/6/2022). 

Rusia memangkas aliran gas ke Uni Eropa melalui pipa Nord Stream 1 menjadi 40 persen dari kapasitas pekan lalu. Moskow berdalih, pemangkasan itu dilakukan karena adanya masalah dengan peralatannya. 

Sebelumnya, Rusia sudah lebih dulu memotong pasokan gas ke Polandia, Bulgaria, Belanda, Denmark, dan Finlandia karena negara-negara itu menolak untuk mematuhi skema pembayaran baru yang diajukan Moskow.

Timmermans mengatakan, 10 dari 27 negara anggota Uni Eropa telah mengeluarkan “peringatan dini” akan pasokan gas mereka. Peringatan itu menjadi yang pertama dan yang paling ringan keparahannya dari tiga level krisis yang ditetapkan dalam peraturan keamanan energi Uni Eropa.

“Risiko gangguan penuh (terhadap pasokan) gas sekarang menjadi lebih nyata daripada sebelumnya,” katanya, dikutip Reuters.

Dia pun mengulangi pernyataan Brussels bahwa Rusia telah menjadikan komoditas energi sebagai senjata untuk melawan Barat. Namun, Moskow membantah pemangkasan pasokan gas itu telah direncanakan.

Uni Eropa selama ini memang mengandalkan produk energi Rusia. Sebanyak 40 persen dari total kebutuhan gas mereka dipasok oleh Moskow.

Namun, dengan berkurangnya pasokan Rusia dan melonjaknya harga gas, beberapa negara Uni Eropa telah meningkatkan penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara. Beberapa dari mereka beralasan kebijakan tersebut bersifat sementara dan tidak akan menggagalkan target perubahan iklim.

Jerman bakal memasuki fase kedua darurat siaga gas pada Kamis ini, menurut sejumlah sumber kepada Reuters. Kekuatan ekonomi nomor satu Eropa itu telah menjalankan tahap pertama dari rencana daruratnya tersebut sejak Maret.

Negara-negara Uni Eropa harus memiliki rencana untuk mengelola tiga tingkat krisis pasokan gas mereka. Ketiga tingkatan itu (dari yang teringan sampai yang paling parah) adalah peringatan dini, waspada, dan keadaan darurat.

Tahap peringatan dini berfokus pada pemantauan persediaan gas. Sementara pada level waspada, otoritas energi di negara terdampak dapat menaikkan harga gas kepada konsumen sembari berusaha menurunkan permintaan. 

Adapun pada tingkat darurat, pemerintah bisa memaksa kalangan industri untuk membatasi aktivitas demi menghemat gas.

Pemangkasan pasokan oleh Rusia telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Eropa harus berjuang keras untuk mengisi penyimpanan gas—yang sekarang berada di level 55 persen—mereka. Mereka harus mencari cara agar gas yang tersedia cukup untuk mengatasi guncangan pasokan lebih lanjut selama puncak musim dingin kelak. 

Uni Eropa bulan lalu menyetujui undang-undang darurat yang mengharuskan negara-negara untuk mengisi penyimpanan gas mereka pada level 80 persen pada 1 November tahun ini.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut