Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terduga Pelaku Penganiayaan Karina Ranau Tak Ditahan, Polisi Wajibkan Lapor 2 Kali Sepekan
Advertisement . Scroll to see content

Karina Ranau Trauma Berat usai Dianiaya di Warung, Takut Jalan Sendiri Terbayang Wajah Pelaku

Selasa, 07 Juli 2026 - 21:01:00 WIB
Karina Ranau Trauma Berat usai Dianiaya di Warung, Takut Jalan Sendiri Terbayang Wajah Pelaku
Karina Ranau mengaku masih mengalami trauma berat setelah menjadi korban dugaan penganiayaan seorang pria di warung miliknya. (Foto: Ravie Wardhani)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Istri mendiang Epy Kusnandar, Karina Ranau, mengaku masih mengalami trauma berat setelah menjadi korban dugaan penganiayaan seorang pria di warung miliknya kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026). Rasa takut yang dialaminya bahkan masih memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Karina mengatakan hingga kini dirinya masih dihantui rasa waswas. Dia mengaku tidak lagi berani berjalan sendirian dan selalu merasa cemas setiap mendengar suara di sekitarnya.

"Rasa waswas masih menghantui, ada. Sampai saat ini saya tuh trauma, takut jalan sendiri. Jadi kalau jalan harus nengok ke belakang, ada suara apa sedikit saya takut," ujar Karina Ranau saat ditemui di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).

Menurut Karina, peristiwa yang dialaminya masih terus membekas. Dia mengaku wajah pelaku yang menyerangnya secara tiba-tiba masih terus terbayang di pikiran.

"Ketemu terakhir waktu di warung gitu karena saya masih trauma, masih apa ya, keguncangan saya masih ada di depan mata saya," katanya.

Trauma tersebut juga berdampak pada aktivitasnya dalam mengelola usaha kuliner. Jika sebelumnya Karina rutin datang ke warung sejak pagi, kini dia baru berani datang menjelang siang karena masih berusaha mengatasi rasa takut.

"Biasanya saya ke warung setelah kejadian itu pagi jam 6 kadang jam 7, ini saya agak siang jam 12 kadang jam 1 masih apa ya mencoba mencerna kejadian itu, takut," ujarnya.

Karina mengaku sempat berencana menemui psikolog untuk mendapatkan pendampingan. Namun, untuk saat ini masih mencoba menguatkan, mengingat sebelumnya juga pernah menjalani terapi psikologis setelah kepergian sang suami.

"Tadinya saya sempat mau ke psikolog cuma saya masih mengerem diri karena pada saat almarhum suami meninggal saya pernah ke psikolog juga untuk bangkit dan sembuh dan saya sudah sembuh. Saya menghindari itu, tapi jika memang nantinya saya perlukan mungkin saya akan pergi ke sana," katanya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut