Dalam kitab Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail al-Azminah wash-Shuhur, Abdul Hamid Quds mengungkapkan bahwa banyak wali Allah yang memiliki tingkat spiritual tinggi menyebutkan bahwa setiap tahun, Allah menurunkan 320.000 jenis bencana ke bumi, dan semua itu pertama kali terjadi pada Rabu terakhir di bulan Safar.
Karena itu, hari tersebut dianggap sebagai waktu paling berat sepanjang tahun. Maka, siapa saja yang melaksanakan shalat 4 rakaat (shalat sunah), dengan setiap rakaat setelah membaca al-Fatihah, membaca surat al-Kautsar sebanyak 17 kali, surat al-Ikhlash 5 kali, surat al-Falaq, dan surat an-Naas masing-masing sekali, kemudian dilanjutkan dengan doa setelah salam, maka Allah dengan rahmat-Nya akan melindungi orang tersebut dari semua bencana yang turun pada hari itu hingga setahun penuh.
Mengenai amalan ini, KH Abdul Kholik Mustaqim, Pengasuh Pesantren al-Wardiyah Tambakberas Jombang, menjelaskan bahwa banyak ulama yang menolak konsep bulan sial dan hari nahas Rebo Wekasan. Ada tiga alasan utama yang mereka ajukan:
Tidak ada hadits yang sahih yang secara khusus menyebutkan Rabu terakhir di bulan Safar sebagai hari nahas, kecuali hadits dlaif yang menyebutkan bahwa setiap Rabu terakhir di setiap bulan adalah hari sial. Namun, hadits dlaif ini tidak dapat dijadikan dasar keyakinan.
Tidak ada anjuran khusus dari syariat mengenai ibadah tertentu pada hari tersebut. Meskipun ada anjuran dari beberapa ulama tasawuf, landasannya belum bisa dianggap sebagai hujjah syar’i.