Teks Khutbah Jum'at Tentang Akidah yang Menginspirasi, Akidah yang Kuat untuk Membendung Ekstremisme
Jika tauhid kita kuat, mestinya kita tidak akan menebar ketakutan atau teror kepada siapa pun. Nabi Muhammad dengan perilakunya, sikapnya yang lemah lembut bisa menarik orang-orang yang sebelumnya belum Islam menjadi memeluk agama Islam karena tertarik dengan model dan cara dakwah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.
Meskipun begitu, tetap saja ada orang-orang yang iri dan tidak setuju pada dakwah Baginda Nabi yang mengajak mengesakan Tuhan seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan sebagainya. Bagaimana sikap Nabi? Nabi tidak membalasnya dengan menebar teror kepada mereka. Nabi tidak pernah memaksakan ajakan dakwahnya kepada mereka.
Lalu kenapa Nabi Muhammad berperang? Perang yang dilakukan Nabi bukan dalam rangka teror. Perang yang dilakukan Nabi adalah perang di medan tempur. Tidak ngebom di perumahan dengan membabi-buta. Namun hanya dilakukan di medan tempur saja. Alasan yang melatarbelakanginya pun amat masuk akal, yakni pembelaan diri lantaran kezaliman yang dialami umat Islam.
Sejak awal, Allah sudah mewahyukan kepada Nabi dengan ayat:
مَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ
Artinya: “Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (amanat Allah).” (QS Al-Maidah: 99)
Jika Rasul yang benar-benar utusan Allah yang disucikan dari dosa dan mendapat mandat langsung dari Allah saja tugasnya hanya menyampaikan, maka tidak patut bagi kita untuk memaksakan kehendak atau pemahaman agama kita kepada orang lain. Terlebih bertindak radikal dengan menyebarkan teror ke mana-mana. Justru ini merugikan umat Islam sendiri.
Hadirin,
Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa membimbing kita dan keluarga kita untuk bisa memeluk Islam dengan aqidah atau keyakinan yang benar, Allah pertemukan kita kepada guru-guru agama yang benar-benar paham akan agama.
Semoga Allah memberikan taufik dan hidayahnya sehingga kita bisa mengikuti syari’at Baginda Nabi Agung Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang pada nantinya kita bisa meninggal dalam keadaan khusnul khâtimah, amin ya Rabbal alamin.
Editor: Komaruddin Bagja