Teks Khutbah Jum'at Tentang Akidah yang Menginspirasi, Akidah yang Kuat untuk Membendung Ekstremisme
Dengan demikian, jadi jelas. Seorang hamba tidak akan bisa berbuat kebaikan kecuali mendapatkan pertolongan Allah, dan tidak pula bisa melakukan keburukan kecuali melalui perantara kuasa Allah. (Tafsir Al-Qurthubi, juz 19, halaman 243)
Meskipun semua kebaikan dan keburukan itu atas kehendak Allah, para ulama membuat klasifikasi sebagai berikut:
Ada satu hal yang dikehendaki oleh Allah. Perkara ini selain dikehendaki, juga disukai dan diridhai oleh Allah subhanahu wa ta’ala, yaitu perbuatan yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Namun ada pula satu hal yang dikehendaki oleh Allah tapi tidak disukai dan tidak diridhai oleh Allah subhanahu wa ta’ala yakni perbuatan-perbuatan maksiat yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Sehingga sebagai bentuk adab kita kepada Allah, jika kita melakukan kebaikan, kita harus mengembalikan bahwa ini bukan kehendak kita, namun kehendak Allah. Sehingga kita mengucapkan hamdalah, atas taufiq atau pertolongan Allah, kita bisa melaksanakan taat.
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Artinya: “Maka Dia (Allah) mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya.” (QS As-Syams: 8)