مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulallah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al-Ahzab 40)
Dalam sebuah hadits dijelaskan:
عَنْ اَنَسِ بْنِ ماَلِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ اِنَّ الرِّسَالَةَ وَالنُّبُوَّةَ قَدْ اِنْقَطَعَتْ فَلاَ رَسُوْلَ بَعْدِى وَلاَ نَبِيَّ. (رواه احمد)
Dari Anas bin Malik bahwa ia berkata,“Rasulullah bersabda, Kerasulan dan kenabian telah terputus, tidak ada lagi rasul dan nabi sesudahku.” (HR. Ahmad).
Ma’asyirol muslimin yang Dirahmati Allah
Ketiga, kenabian Muhammad saw itu adalah berkah doa nabi Ibrahim as. Allah swt berfirman: