Nabi Muhammad SAW tidak hanya diutus untuk umatnya saja, namun juga rahmat bagi sekalian alam.
Nabi SAW merupakan penutup para nabi dan rasul dengan membawa risalah Islam sebagai penyempurna agama sebelumnya.
Ada beberapa aspek kenabian dan kerasulan Muhammad saw yang terkandung dalam hadits berikut:
إِنِّى عِنْدَ اللَّهِ فِى أُمِّ الْكِتَابِ لَخَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ, وَإِنَّ آدَمَ لَمُنْجَدِلٌ فِى طِيْنَتِهِ, وَسَأُنَبِّئُكُمْ بِتَأْوِيْلِ ذَلِكَ, دَعْوَةِ أَبِى إِبْرَاهِيْمَ وَبِشَارَةِ عِيْسَى قَوْمَهُ وَرُؤْيَا أُمِّى الَّتِى رَأَتْ أَنَّهُ خَرَجَ مِنْهَا نُوْرٌ أَضَائَتْ لَهُ قُصُوْرُ الشَّامِ (رواه أحمدُ)
“Sungguh aku di sisi Allah dalam ummul kitab (lauh mahfudh) adalah penutup para nabi. Sungguh pada waktu itu Adam masih berada di dalam tanah yang menjadi bahan penciptaannya. Aku akan menjelaskan kepada kalian takwilnya. Aku adalah doa ayahku Ibrahim, bisyarah (kabar gembira) Isa kepada kaumnya, dan mimpi ibuku yang melihat cahaya keluar dari dirinya sehingga terlihat jelas baginya istana-istana Syam.” (HR. Ahmad)