Tata Cara Taaruf yang Benar Menurut Islam: Langkah Awal Menuju Pernikahan Sakinah Mawadah wa Rahmah
Berikut adalah langkah-langkah dan catatan penting dalam melakukan ta’aruf:
Status Calon Pasangan:
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan:
لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا
"Jangan sampai kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya), karena setan adalah orang ketiganya." (HR. Ahmad).
3.Luruskan Niat:
Niat ta’aruf harus tulus dan jelas untuk tujuan menikah.
4.Hindari sikap yang tidak serius atau hanya ingin menambah kenalan.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Kalian tidak akan beriman sampai kalian menyukai sikap baik untuk saudaranya, sebagaimana dia ingin disikapi baik yang sama." (HR. Bukhari & Muslim).
5.Menggali Data Pribadi:
Tukar biodata untuk saling mengenal tanpa harus bertemu langsung. Masing-masing pihak dapat menuliskan biografi mereka secara tertulis.
Tidak semua informasi harus dibagikan; fokus pada data penting untuk kelangsungan keluarga.
6.Nadzar:
Setelah taaruf diterima, lakukan nadzar dengan cara melihat calon pasangan secara langsung.
Kunjungi rumah calon pengantin wanita dan temui orang tuanya.
Ini penting untuk memastikan kecocokan dan memperkuat niat menuju pernikahan.