Syarat Sah Haji dan Umroh Lengkap dengan Rukun, Amalan Wajib, dan Larangan
“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang-orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barang siapa mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari alam semesta.” (Ali Imran: 97).
Saat mengerjakan ibadah suci haji dan umroh, ada sejumlah syarat agar ibadah tersebut dinyatakan sah. Selain itu, ada pula beberapa larangan yang perlu diindahkan.
Syarat sah haji dan umroh yang pertama sekaligus mutlak adalah beragama Islam. Secara spesifik, maksudnya beragama Islam adalah setidaknya telah bersyahadat.
Tidak diperkenankan bagi seorang yang bukan muslim untuk menunaikan ibadah haji dan umroh karena sudah jelas tidak memenuhi syarat. Atau bisa dikatakan, tidak bisa disebut haji atau umroh jika dilakukan oleh seorang yang bukan islam.
Baligh adalah istilah dalam Islam untuk menyatakan bahwa seseorang telah mencapai kedewasaan. Masa baligh ini ditandai dengan kedewasaan secara fisik. Selain itu, ini juga berarti bahwa seorang muslim harus sudah bisa membedakan mana yang baik atau benar dan yang tidak.