Sejarah Haji Dari Masa Nabi Adam, Ibrahim hingga Rasulullah SAW
Didengar pula oleh semua orang yang telah dicatat oleh Allah bahwa dia akan mengerjakan haji, sampai hari kiamat. Jawaban mereka ialah "Labbaika Allahumma Labbaika (Kami penuhi seruan-Mu, ya Allah. Kami penuhi seruan-Mu, ya Allah). Demikianlah garis besar dari apa yang telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas.
Sepeninggal Nabi Ibrahim as, ibadah haji banyak mengalami perubahan tata cara dan ritual. Perubahan itu memang kadang terkadang datang dari Allah SWT dengan bergantinya nabi dan rasul.
Namun, tidak sedikit yang datangnya dari manusia yang mengubah ritual dan tata cara haji sebagai bentuk penyimpangan dari ajaran-ajaran agama.
Seperti dilakukan orang-orang Arab jahiliyah yang mengubah bentuk ritual dan tata cara haji dengan menodai Ka'bah sebagai tempat berhala. Orang-orang Arab jahiliyah khususnya perempuan saat itu melakukan tawaf tanpa busana.
DIkutip dari Buku Ibadah Haji Rukun Islam Kelima karya Ahmad Sarwat, ritual dan tata cara haji atau manasik haji baru ditentukan setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW. Manasik haji sesuai syariat ini berlaku hingga hari kiamat nanti.