Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cara Selamat dari Yakjuj dan Makjuj, Begini Menurut Al Quran dan Hadits
Advertisement . Scroll to see content

Orang yang Meriwayatkan Hadits Disebut Rawi, Ini Penjelasan Perawi, Sanad & Matan

Minggu, 20 Februari 2022 - 16:26:00 WIB
Orang yang Meriwayatkan Hadits Disebut Rawi, Ini Penjelasan Perawi, Sanad & Matan
Orang yang meriwayatkan hadits disebut dengan istilah rawi atau perawi. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

2. Al Radd, yaitu periwayatannya ditolak karena adanya persyaratan tertentu yang tidak teerpenuhi

Model Penulisan Kitab hadits

Tim Asatidz Rumah Fiqih Indonesia, Ustadz hanif Lutfi menjelaskan, ada beberapa metode penulisan kitab hadits seperti berikut:

1. Model Jawami' atau Jami'.

Karakteristik kitab model jami' adalah kitab hadits tersebut mengumpulkan semua bab hadits; mulai dari aqidah, fiqih, sejarah, dan adab atau akhlaq.

Contohnya adalah kitab al-Jami' as-Shahih karya Imam Bukhari (w. 256 H), al-Jami' as-Shahih karya Imam Muslim (w. 261 H), Jami' at-Tirmidzi karya Imam at-Tirmidzi (w. 279 H).

2. Model Muwattha'at atau Muwattha'.

Muwattha' secara bahasa artinya yang dipermudah. Karakteristik kitab model muwattha' ini adalah penataan babnya sesuai dengan bab fiqih, dan juga hadits yang ditulis berupa hadits marfu', mauquf dan maqthu'. Artinya isi dari muwattha' ini berupa Hadits Nabi, Atsar Shahabat dan Tabiin. Pengertian muwattha' ini sama persis dengan pengertian mushannaf [3].

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut