Orang yang Meriwayatkan Hadits Disebut Rawi, Ini Penjelasan Perawi, Sanad & Matan
2. Al Radd, yaitu periwayatannya ditolak karena adanya persyaratan tertentu yang tidak teerpenuhi
Tim Asatidz Rumah Fiqih Indonesia, Ustadz hanif Lutfi menjelaskan, ada beberapa metode penulisan kitab hadits seperti berikut:
1. Model Jawami' atau Jami'.
Karakteristik kitab model jami' adalah kitab hadits tersebut mengumpulkan semua bab hadits; mulai dari aqidah, fiqih, sejarah, dan adab atau akhlaq.
Contohnya adalah kitab al-Jami' as-Shahih karya Imam Bukhari (w. 256 H), al-Jami' as-Shahih karya Imam Muslim (w. 261 H), Jami' at-Tirmidzi karya Imam at-Tirmidzi (w. 279 H).
2. Model Muwattha'at atau Muwattha'.
Muwattha' secara bahasa artinya yang dipermudah. Karakteristik kitab model muwattha' ini adalah penataan babnya sesuai dengan bab fiqih, dan juga hadits yang ditulis berupa hadits marfu', mauquf dan maqthu'. Artinya isi dari muwattha' ini berupa Hadits Nabi, Atsar Shahabat dan Tabiin. Pengertian muwattha' ini sama persis dengan pengertian mushannaf [3].