Orang yang Meriwayatkan Hadits Disebut Rawi, Ini Penjelasan Perawi, Sanad & Matan
Hakikat riwayat adalah kegiatan periwayatan hadits (Sunnah) dan penyandarannya kepada orang yang meriwayatkannya dengan kalimat tahdits yaitu perkataan seorang perawai. Contoh haddatsana abu bakar artinya telah meriwayatkan kepada kami Abu Bakar atau dalam bentuk ikhbar (mengabarkan).
Contoh akhbarona fulan (telah mengabarkan kepada kami Fulan...)
Syarat-syarat riwayat yaitu penerimaan para perawi terhadap apa yang diriwayatkannya dengan menggunakan cara-cara tertentu dalam penerimaan riwayat atau tahammul hadits.
Adapun cara-cara penerimaan riwayat yakni:
1. Sama' yaitu perawai mendengarkan langsung bacaan hadits dari seorang guru
2. Qira'ah yaitu, meurid membacakan catatan hadits dari gurunya di hadapan guru tersebut
3. Ijazah, yaitu memberikan izin kepada seseorang untuk meriwayatkan hadits dari seorang ulama tanpa membacakannya
4. Munawalah yaitu menyerahkan suatu hadits yang tertulis kepada seseorang untuk diriwayatkannya
5. Kitabah, yakni menuliskan hadits untuk seseorang
6. I'lam yaitu memberitahukan seseorang bahwa hadits-hadits tersebut adalah koleksinya
7. Wasiyat yaitu mewasiyatkan kepada seseorang bahwa hadits-hadits tersebut adalah koleksinya.
8. Wajadah, mendapatkan koleksi tertentu tentang hadits dari seorang guru.
1. Muttasil, yaitu periwayatannya bersambung mulai dari perawi pertama sampai kepada perawi terakhir.
2. Munqathi', yaitu periwayatannya terputus baik di awal, tengah maupun di akhir.
1. Al Qabul, yaitu diterimanya seuatu riwayat karena telah memenuhi berbagai persyaratan tertentu