Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Al-Azhar Mesir Puji Indonesia Kembangkan SDM Islam Moderat
Advertisement . Scroll to see content

Mengapa Nabi Muhammad SAW Disebut sebagai Rasul Terakhir? Simak Penjelasannya!

Senin, 19 Februari 2024 - 13:03:00 WIB
Mengapa Nabi Muhammad SAW Disebut sebagai Rasul Terakhir? Simak Penjelasannya!
Mengapa Nabi Muhammad SAW disebut sebagai Rasul terakhir? (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content


Sedangkan hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah RHA dan al-Mughirah RA, maka dikeluarkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam Mushannaf-nya (9/109-110), ia berkata, (bab) Siapa yang tidak suka mengatakan, ‘tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad SAW’, Husain bin Muhammad menceritakan kepada kami, ia berkata, Jarir bin Hazim menceritakan kepada kami, dari ‘Aisyah RHA, ia berkata, “Katakanlah Khatam an-Nabiyyin dan janganlah katakan, ‘tidak ada nabi setelahnya.’”

Abu Usamah menceritakan kepada kami, dari Mujalid, ia berkata, Amir memberitahukan kepada kami, ia berkata, seorang laki-laki yang beada di dekat al-Mughirah bin Syu’bah RA berkata, “Semoga Allah SWT menyampaikan shalawat atas Muhammad SAW, penutup para nabi dan tidak ada nabi setelahnya.” Al-Mughirah berkata, “Cukup bagimu bila kamu katakan, ‘penutup para nabi,’ sebab kita menceritakan bahwa ‘Isa AS akan keluar (muncul), jika ia keluar (muncul), maka posisinya adalah sebelum beliau SAW dan juga setelahnya.”

Maksud ‘Aisyah RHA dan al-Mughrah RA sangat jelas, yaitu isyarat akan turunnya ‘Isa AS di akhir zaman….
Hal ini didukung oleh firman Allah SWT, “Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.”(QS.an-Nisa":159)

Juga terdapat hadits-hadits mutawatir dari Nabi SAW yang menunjukkan turunnya ‘Isa AS di akhir zaman.

Ibn Qutaibah berkata, “Adapun perkataan ‘Aisyah RHA, ‘katakanlah kepada Rasulullah SAW, ‘penutup para nabi’ dan jangan katakan ‘tidak ada nabi setelahnya,’ maka itu maksudnya adalah turunnya ‘Isa AS. Perkataannya ini tidak bertentangan dengan sabda Nabi SAW, ‘Tidak ada nabi setelahku.’ Sebab maksud beliau SAW adalah ‘tidak ada nabi setelahku yang menghapuskan apa yang aku bawa sebagaimana para nabi-nabi terdahulu diutus untuk menghapus (syariat sebelumnya-red). ‘Aisyah RHA ingin mengatakan, “Janganlah kamu mengatakan, ‘sesungguhnya al-Masih tidak turun setelah beliau saw.’” Ini bila diperkirakan hadits yang diriwayatkan ‘Aisyah dan al-Mughirah itu shahih. Namun, Atsar dari ‘Aisyah RHA itu Munqathi’ (bagian dari hadits dha’if-red), sedangkan pada Atsar al-Mughirah RA terdapat Mujalid bin Sa’id, seorang perawi yang lemah (dha’if). Wallahul Muwaffiq Wal Hadi Ila Sawa"is Sabil (Allah lah Yang Memberi taufik dan Memberi petunjuk kepada jalan yang lurus). 

Kesimpulan

Pemahaman bahwa Nabi Muhammad SAW adalah rasul terakhir adalah inti dari aqidah Islam dan menegaskan keunikan dan keabsahan pesan yang dibawanya. Ini juga merupakan panggilan bagi umat Islam untuk mengikuti ajaran Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman hidup yang lengkap dan final.

Itulah jawaban mengapa Nabi Muhammad SAW disebut sebagai Rasul terakhir? Semoga bermanfaat.

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut