JAKARTA, iNews.id - Mengapa Nabi Muhammad SAW disebut sebagai Rasul terakhir? Nabi Muhammad SAW dihormati dalam Islam sebagai rasul terakhir yang diutus oleh Allah SWT.
Gelar ini, yang dikenal sebagai Khatam an-Nabiyyin, secara harfiah berarti “penutup para nabi,” dan memiliki implikasi penting dalam kepercayaan dan praktik keagamaan umat Islam.
Bukti dari Al-Qur’an dan Hadits
Al-Qur’an secara eksplisit menyebutkan Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir dalam Surat Al-Ahzab ayat 40, yang berbunyi:
Pahala dan Keutamaan Luar Biasa dari Puasa Ramadan, Simak Penjelasannya di Sini!
مَاكَانَمُحَمَّدٌاَبَآاَحَدٍمِّنْرِّجَالِكُمْوَلٰكِنْرَّسُوْلَاللّٰهِوَخَاتَمَالنَّبِيّٖنَۗوَكَانَاللّٰهُبِكُلِّشَيْءٍعَلِيْمًا
Kisah Isra Miraj: Protes Nabi Musa Ketika Nabi Muhammad SAW Dapat Perintah Sholat 50 Waktu
Artinya: “Muhammad itu sekali-kali bukan bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Hadits juga mendukung pandangan ini, dengan banyak riwayat yang menegaskan posisi Nabi Muhammad SAW sebagai rasul terakhir, termasuk hadits yang diriwayatkan oleh Muslim tentang haji wada’ (perpisahan) Nabi Muhammad SAW.
Kisah Isra Mi'raj Lengkap, Perjalanan Nabi Muhammad ke Langit 7 hingga Perintah Sholat
Pentingnya Gelar Khatam an-Nabiyyin
Gelar Khatam an-Nabiyyin menegaskan bahwa tidak akan ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad SAW, yang berarti wahyu ilahi telah lengkap dan sempurna dengan turunnya Al-Qur’an. Ini menandai penutupan era kenabian dan dimulainya fase baru dalam sejarah keimanan, di mana manusia diharapkan mengikuti ajaran yang telah disempurnakan dan diabadikan dalam Al-Qur’an.