Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Al-Azhar Mesir Puji Indonesia Kembangkan SDM Islam Moderat
Advertisement . Scroll to see content

Mengapa Nabi Muhammad SAW Disebut sebagai Rasul Terakhir? Simak Penjelasannya!

Senin, 19 Februari 2024 - 13:03:00 WIB
Mengapa Nabi Muhammad SAW Disebut sebagai Rasul Terakhir? Simak Penjelasannya!
Mengapa Nabi Muhammad SAW disebut sebagai Rasul terakhir? (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Fatwa Syaikh Dr. Muhammad bin Abdullah al-Qannash, staf pengajar di Universitas al-Qashim, KSA menyebutkan, bahwa banyak sekali hadits-hadits Mutawatir dari Nabi SAW yang menunjukkan bahwa beliau adalah penutup para nabi dan utusan. 

Di antaranya, hadits di dalam ash-Shahihain; al-Bukhari (3535) dan Muslim (2286), dari hadits Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya perumpamaanku dan perumpamaan para nabi sebelumku adalah seperti perumpamaan seorang laki-laki yang membangun sebuah rumah, lalu ia membuatnya dengan baik dan indah kecuali tempat sebuah ubin di satu pojok. Lalu orang-orang berkumpul di situ dan kagum terhadapnya seraya berkata, ‘Kenapa ubin ini tidak diletakkan (sekalian).!’” Beliau menjawab, “Akulah ubin itu dan akulah penutup para nabi.”

 Di dalam ash-Shahihain; al-Bukhari (4896) dan Muslim (2354) dari hadits Jubair bin Muth’im RA, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Aku adalah Muhammad, aku adalah Ahmad, aku adalah ‘al-Mahi,’ yang dengannya Allah menghapus kekufuran, aku adalah ‘al-Hasyir’, di mana manusia dikumpulkan di atas kedua kakiku dan aku adalah ‘al-‘Aqib’.” Al-‘Aqib adalah orang yang tidak ada nabi setelahnya.

Dari Tsauban RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya nanti akan ada sebagian dari umatku menjadi para pendusta, yang berjumlah tiga puluh orang, semuanya mengaku sebagai nabi. Dan akulah penutup para nabi itu dan tidak ada nabi setelahku.” (HR.Abu Daud, no.4252 dan lainnya)

Dalam Shahih Muslim (523), dari hadits Abu Hurairah RA, ia berkata, Rasululah SAW bersabda, “Aku diunggulkan atas para nabi yang lain dengan enam hal: aku diberikan ‘Jawami’ (kumpulan perkataan yang ringkas tapi padat makna), aku ditolong dengan rasa ciut (pada musuh), dihalalkan bagiku harta-harta rampasan, bumi dijadikan suci suci dan sebagai tempat sujud, aku diutus kepada seluruh makhluk dan aku sebagai penutup para nabi.”

Mengapa Nabi Muhammad SAW Disebut sebagai Rasul Terakhir? 

Al-Hafizh Ibn Katsir berkata, “Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah memberitakan di dalam kitab-Nya dan Rasul-Nya di dalam hadits-haditsnya yang mutawatir bahwa tidak ada nabi setelahnya. Hendaklah mereka mengetahui bahwa setiap orang yang mengaku memiliki posisi seperti ini setelahnya, maka ia adalah seorang pendusta, penyebar isu, dajjal, orang sesat lagi menyesatkan. Sekalipun dapat melakukan hal yang di luar kebiasaan, menyajikan atraksi mistik, dan memperagakan beragam jenis sihir dan jampi-jampi…”

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut