Setelah orang-orang Yatsrib tersebut mengucapkan baiat, mereka diminta Rasulullah SAW agar memilih 12 pemimipin dan wakil mereka dalam melaksanakan tanggung jawab atas keselamatan kaumnya masing- masing, yakni sembilan orang perwakilan suku Khazraj dan 3 orang dari suku Aus.
Sepulang dari Mekah mereka mengajak sanak famili dan kerabat mereka untuk memeluk agam Islam. Usaha mereka berhasil dengan sangat baik. Sehingga pada saat Rasulullah Saw. hijrah ke Yatsrib pada Tanggal 12 Rabiul Awwal bertepatan pada Tanggal 22 September 622 M, pengikut agama Islam di Yatsrib sudah lebih dari 500 orang.
Gangguan Kaum Musyrikin
Sejak awal perjalanan kenabiannya di kota Makkah yang merupakan tanah kelahiran Nabi SAW, kaum Musyrikin selalu mengganggu dakwah Rasulullah SAW.
Muslim yang merasa tak nyaman diperkenankan Nabi hijrah ke Habasyah sampai dua kali. Nabi pun memilih Thaif, kota di luar Makkah, sebagai sasaran dakwahnya.
Tak mendapat sambutan baik di Thaif, Nabi kembali ke Makkah, hingga pada 621 Masehi, datanglah 12 orang Yatsrib yang ingin masuk Islam. Nabi membaiatnya di Aqabah.