Hukum Tidak Membayar Utang Dalam Islam, Dosanya Tidak Diampuni hingga Terhalang Surga
Anjuran Menghindari Utang
Tim Asatid Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Abdul Wahab LC menjelaskan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk sebisa mungkin menahan diri berutang.
Salah satunya hadits berikut ini yang menjelaskan bahwa Rasulullah senantiasa berdoa kepada Allah memohon perlindungan agar tidak terlilit oleh utang.
عن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يدعو في الصلاة: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ . فَقَالَ لَهُ قَائِلٌ : مَا أَكْثَرَ مَا تَسْتَعِيذُ مِنَ الْمَغْرَمِ ؟! فَقَالَ : إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ ، وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ [4]
Dari Aisyah r.a: bahwa Rasulullah berdo’a dalam shalat: “Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit hutang. Lalu ada seseorang yang bertanya: “Mengapa anda banyak meminta perlindungan dari hutang, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya seseorang apabila sedang berhutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering menyelisihinya.” (HR Bukhari Muslim)
Berikut amalan dan doa menghadapi kesulitan membayar hutang yang diajarkan Rasulullah SAW