Contoh Ceramah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Beserta Strukturnya
وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara." (QS. Ali Imran: 103)
Rasulullah SAW juga menyampaikan pesan yang sangat jelas, "Orang-orang mukmin itu bersaudara, maka damaikanlah antara kedua saudaramu, dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat." (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, saudara-saudara yang dirahmati Allah, mari kita bersama-sama menjaga persaudaraan dan persatuan umat Islam. Mari kita saling membangun hubungan yang penuh cinta, kasih sayang, dan tolong-menolong di antara sesama muslim. Mari kita tinggalkan ego dan prasangka yang dapat merusak persatuan kita.
Lebih dari itu, marilah kita saling menghormati, menghargai, dan mengakui perbedaan serta keragaman di antara kita. Persatuan umat Islam bukanlah tentang keseragaman, melainkan kebersamaan dalam perbedaan. Kebersamaan ini diperkuat oleh kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya, yang menjadi fondasi utama persaudaraan kita.