Contoh Ceramah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Beserta Strukturnya
اَمْ حَسِبْتُمْ اَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَّثَلُ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْۗ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاۤءُ وَالضَّرَّاۤءُ وَزُلْزِلُوْا حَتّٰى يَقُوْلَ الرَّسُوْلُ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ مَتٰى نَصْرُ اللّٰهِۗ اَلَآ اِنَّ نَصْرَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ ٢١٤
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa kemelaratan dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan berbagai cobaan), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: 'Bilakah datangnya pertolongan Allah?' Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS. Al-Baqarah: 214)
Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama meningkatkan keimanan dan keteguhan hati kita dengan mengambil langkah-langkah konkrit seperti:
Pertama, membaca dan mempelajari Al-Qur'an serta hadits, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kitab suci ini menjadi sumber inspirasi dan pedoman dalam menjalani kehidupan dengan penuh keimanan.
Kedua, melaksanakan ibadah dan amal shaleh, serta menjauhi maksiat dan kemungkaran. Dengan ketaatan kepada perintah Allah, kita dapat memantapkan pondasi keimanan dan keteguhan hati.