Perkara baru dalam agama, baik di generasi kedua atau ketiga, tidak memiliki dalil yang sahih. Hanya tindakan yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya yang dapat dijadikan dalil. Oleh karena itu, perayaan-perayaan seperti Maulid Nabi, malam Nishfu Sya'ban, dan malam 27 Rajab sebaiknya dihindari dan umat Muslim harus berpegang teguh pada Sunnah Rasulullah.
Keutamaan Bulan Syaban
1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Sering Berpuasa di Bulan Sya’ban
Berdasarkan riwayat dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berpuasa hingga terkadang tidak berbuka sehingga dianggap tidak pernah berbuka, atau beliau juga kadang berbuka sehingga dianggap tidak pernah berpuasa. ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma menyatakan bahwa beliau tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa sebulan kecuali pada bulan Ramadhan. Namun, beliau melakukan puasa lebih banyak pada bulan Sya’ban.
Abu Salamah, meriwayatkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah berpuasa sebulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban, dan beliau melaksanakan puasa sepenuhnya pada bulan Sya’ban. Beliau juga menyarankan untuk melakukan amal sunnah semampu yang dapat dilakukan, karena Allah tidak merasa bosan dengan amalan yang dijalankan terus-menerus.
Abdullah bin Abi Qays melaporkan dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma bahwa bulan yang paling disukai oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpuasa adalah bulan Sya’ban. Oleh karena itu, beliau menyambungkan puasa bulan Sya’ban dengan puasa bulan Ramadhan
2. Bulan Syaban adalah Bulan Diangkatnya Amal-amal Manusia kepada Allah Ta’ala
Usamah bin Zaid meriwayatkan bahwa beliau pernah ditanya mengenai puasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Sya’ban. Beliau menjawab bahwa bulan tersebut sering diabaikan oleh banyak orang antara Rajab dan Ramadhan. Namun, bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah Ta’ala. Oleh karena itu, beliau menyukai agar amalnya diangkat dalam keadaan sedang berpuasa.
3. Memperbanyak puasa di bulan Sya’ban
Perbanyak puasa di bulan Syaban sangat membantu badan dan hati untuk lebih siap menyambut bulan Ramadhan dalam menjalani ketaatan kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.
Larangan berpuasa di pertengahan bulan Sya’ban
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُوْمُوْا.
“Jika memasuki pertengahan bulan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa.”