Tidak terdapat bukti yang valid dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam yang menyebutkan bahwa malam 27 Rajab adalah malam Isra Mi'raj. Bahkan, hal ini tidak disebutkan dalam hadits-hadits yang dianggap tidak sahih oleh ulama.
Bahkan jika kita asumsikan bahwa 27 Rajab memang malam Isra Mi'raj, perayaan khusus tidak boleh dilakukan, karena Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dan para sahabatnya tidak pernah merayakannya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيهِمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
"Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi kalian" (QS. Al Mumtahanah: 6), yang artinya kita harus mencontoh perbuatan dan meninggalkan hal-hal yang tidak dilakukan oleh Rasulullah.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, sebagai teladan utama, tidak pernah melakukan perayaan tersebut. Jika memang perayaan tersebut disyariatkan, tentu beliau akan segera melakukannya dan mengajarkannya kepada umatnya. Namun, kenyataannya, tidak ada tindakan atau ajaran tersebut dari beliau.
Para sahabat yang sangat amanah dan menjadi teladan setelah Rasulullah juga tidak pernah merayakan perayaan-perayaan tersebut. Jika para sahabat pernah melakukannya, tentu para tabi'in akan mengikutinya.