Dengan kata lain, peringatan ini belum ada pada masa Rasulullah dan Sahabat, melainkan baru muncul pada zaman Tabi'in. Praktik peringatan malam Nisfu Sya'ban yang dilakukan saat ini didasarkan pada kebiasaan sebagian ulama Tabi'in di wilayah Syam, yang sekarang dikenal sebagai Suriah.
Tata Cara Sholat Nisfu Syaban Sendiri, Lengkap dengan Niatnya
Hukum mengenai memperingati malam Nisfu Sya'ban memiliki dua pendapat yang berbeda di kalangan ulama Syam.
Pertama, ada pandangan yang menyatakan bahwa disunahkan untuk merayakan malam Nisfu Sya'ban secara berjamaah di masjid. Khalid bin Ma'dan dan Lukman bin Amir, misalnya, mengenakan pakaian terbaik, membakar dupa (bukhur), dan melakukan i'tikaf di dalam masjid pada malam tersebut.
Apa Itu Malam Nisfu Syaban, Pengertian dan Dalilnya Beserta Keutamaan
Pendapat ini diterima oleh Ishaq bin Rahawaih, yang tidak mengingkari tindakan mereka. Ia juga menyatakan bahwa menghidupkan malam Nisfu Sya'ban secara berjamaah di masjid bukanlah bid'ah. Harb Al-Karmani telah menyampaikan pendapat ini dalam kitab Masa'ilnya.
Sementara itu menurut Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah (Ketua Komisi Tetap bidang Penelitian dan Fatwa Islam, Saudi Arabia), kedua perayaan, yaitu Nishfu Sya'ban dan malam 27 Rajab, merupakan perkara baru dalam agama, tidak memiliki dasar dalil yang sahih.