Selama Pandemi Anak Muda Rentan Depresi, Psikolog Ungkap Cara Atasinya
Kegiatan ini bertujuan membantu generasi muda mengembangkan potensi diri menuju stabilitas mental dalam menghadapi segala perubahan dan tantangan hidup pasca pandemi.
Tara de Thouars selaku Psikolog Klinis mengatakan, gangguan kecemasan dapat diukur dari beberapa faktor seperti rasa kebingungan, banyak pertanyaan, keraguan, merasa di posisi yang tidak aman dan membandingkan kehidupan.
Menurutnya, penderita gangguan kecemasan juga berdampak pada berkurangnya rasa percaya diri, mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi dan menjadi penyendiri.
“Tanpa dipungkiri, pandemi ini menjadi hantaman psikologi yang cukup berat bagi kita semua khususnya generasi milenial dan Z. Saat mereka sedang tumbuh dan berkembang mengejar target-target, lalu dihadapkan dengan situasi yang tidak menentu dalam waktu yang panjang," ujar Tara de Thouars.
Dia menambahkan, pandemi membentuk rasa kecemasan terlebih bagaimana mereka mampu menghadapi situasi ke depannya, apakah masih ada kesempatan untuk mengejar target dan sebagainya.