Perokok Berisiko 2 Kali Lipat Kena TBC, Ini Penyebab yang Jarang Disadari!
Lebih mengkhawatirkan lagi, asap rokok juga diduga dapat memengaruhi bakteri TBC itu sendiri. Melalui proses mutasi genetik, bakteri berpotensi menjadi lebih resisten atau kebal terhadap obat anti-TBC yang diberikan sehingga pengobatan menjadi semakin sulit.
Melihat berbagai bukti ilmiah tersebut, Prof Tjandra menilai upaya pengendalian TBC tidak bisa dipisahkan dari program pengendalian konsumsi rokok.
"Dari uraian tersebut maka jelas perlu ada koordinasi antara program pengendalian tuberkulosis dengan program penanggulangan merokok, dan ini perlu juga diterapkan di negara kita, baik di tingkat klinik maupun kebijakan nasional," tuturnya.
Dengan kata lain, menghentikan kebiasaan merokok bukan hanya langkah untuk mencegah kanker atau penyakit jantung, tetapi juga bagian penting dari upaya melindungi diri dan masyarakat dari ancaman TBC yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Editor: Muhammad Sukardi