Pentingnya Perempuan Paham Edukasi Menstruasi dan Kesehatan Reproduksi
"Diharapkan, edukasi yang diperoleh para remaja perempuan dalam kegiatan ini memberikan kepercayaan diri, sumber daya, dan peluang untuk mencapai keterjangkauan fasilitas kesehatan menstruasi yang higienis serta kesetaraan kualitas kesehatan secara menyeluruh," ujar Devy.
Devy menambahkan, selain kesehatan, masalah kemiskinan menstruasi juga membawa dampak negatif pada pendidikan. Berdasarkan hasil riset Burnet Institute, sebanyak 41 persen remaja perempuan memilih untuk merahasiakan bila sedang menstruasi guna menghindari rasa malu dan takut terhadap orang lain di sekolah, terutama remaja laki-laki.
"Bahkan, hal ini menjadi salah satu alasan yang menyebabkan 1 dari 6 remaja perempuan terpaksa tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih pada saat mereka sedang menstruasi," kata dia.
Natalia Soebagjo, Dewan Nasional Prestasi Junior Indonesia mengatakan, Prestasi Junior Indonesia dan jaringan Junior Achievement di seluruh dunia percaya akan potensi tanpa batas yang dimiliki oleh generasi muda.
Namun sayangnya, data tersebut mengindikasikan kemiskinan menstruasi turut menimbulkan kesenjangan akses remaja perempuan terhadap pendidikan dan kesempatan untuk meraih potensi terbaik mereka.
"Kami sangat antusias untuk terus bekerja bersama menggalakkan edukasi kebersihan menstruasi bagi generasi muda Indonesia. Kami berharap upaya kolaboratif ini menginspirasi orang tua, guru, dan komponen masyarakat lain untuk ikut berperan dalam membuka ruang diskusi yang dapat meluruskan stigma mengenai menstruasi di masyarakat," kata Natalia.
Editor: Vien Dimyati