Peneliti UI Ciptakan Inkubator Aman, Dapat Digunakan di Rumah
Berkat dana hibah yang diterimanya pada 2010, Prof Raldi menciptakan tiga inkubator dengan satu unit disumbangkan ke klinik bersalin di daerah Depok, dua unit dapat dipinjamkan kepada keluarga bayi prematur yang membutuhkan.
Saat proses pinjam-meminjam inilah Prof Raldi menyadari bahwa inkubator saat itu yang masih berskala rumah sakit kurang cocok dipinjamkan ke rumah masyarakat pra-sejahtera, apalagi jika akses menuju rumah warga sulit atau kondisi rumah warga yang sempit. Oleh karena itu, dia memperbaharui Inkubator Grashof hingga berukuran kecil dan dapat dilepas-pasang.
Teknologi pada inkubator bayi tersebut dirancang pada suhu 33-35 derajat celsius, sedikit lebih rendah dari suhu dalam kandungan ibu, yaitu 37 derajat celsius. Teknologi inkubator menggunakan sirkulasi dan konveksi alamiah, yakni udara dari bawah mengalir ke atas tanpa kipas angin dengan system ducting khusus dan sistem lubang fresh air.
Pemanas yang digunakan adalah lampu pijar dengan konsumsi listrik rendah, yang telah diukur dengan kebutuhan kalor di kabin bayi. Kebutuhan listrik yang digunakan juga 10 kali lebih kecil daripada inkubator pada umumnya, yaitu hanya 50 watt.
Inkubator Grashof hingga saat ini merupakan inkubator lightweight atau yang paling ringan karena bobotnya hanya 13 kilogram. Dia juga disebut the most silent (inkubator paling senyap) karena tanpa adanya bising suara kipas.