Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi soal Kasus Viral Dugaan Pedofilia WNA Jepang di Blok M: Belum Ditemukan Siapa Korbannya
Advertisement . Scroll to see content

PB IDI Tegaskan Ukuran Celana Tidak Bisa Jadi Indikator Panjang-Pendek Umur Seseorang

Jumat, 16 Mei 2025 - 08:43:00 WIB
PB IDI Tegaskan Ukuran Celana Tidak Bisa Jadi Indikator Panjang-Pendek Umur Seseorang
Ilustrasi ukuran celana yang dianggap berkolerasi dengan risiko kematian. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

"Biasanya gulanya tinggi, tensinya tinggi, kolesterolnya tinggi. Tiga ini saja sudah 80% penyumbang penyakit," ungkap dr Djaja dalam tayangan Youtube X-Undercover, dikutip Jumat (16/5/2025).

Ilustrasi perut buncit. (Foto: Freepik)
Ilustrasi perut buncit. (Foto: Freepik)

Jika seseorang memiliki risiko sindrom metabolik, dia berpotensi mengalami penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Kondisi ini sejatinya bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat setiap hari.

Misalnya saja, mengurangi makanan yang berlemak dan manis, berolahraga secara rutin, berhenti merokok, dan memastikan tidur cukup dan tidak stres.

Sindrom metabolik bukan hanya bisa dilihat dari perut buncit. Orang dengan habit gampang haus, buang air kecil sering, badan gampang capek, sakit kepala, pegal-pegal, dan sesak napas juga merupakan gejala lain sindrom metabolik.

Jika Anda mengalami tanda-tanda di atas, disarankan untuk melakukan pemeriksaan medis lebih lanjut ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara berkala dapat mencegah Anda memiliki risiko sindrom metabolik.  

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut