PB IDI Tegaskan Ukuran Celana Tidak Bisa Jadi Indikator Panjang-Pendek Umur Seseorang
JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Slamet Budiarto memberikan komentar pedas terkait pernyataan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin soal ukuran celana menentukan panjang-pendek umur seseorang.
Menurut Ketum PB IDI, ukuran celana tidak bisa menjadi indikator panjang usia seseorang. Meski begitu, perut buncit memiliki risiko penyakit tertentu, salah satunya gangguan metabolik.
"Pertama, kami menyayangkan pernyataan (Menkes) tersebut. Tapi kami memahami, kan beliau orang awam. Kalau beliau orang awam, ya, seperti itu, tetapi kalau orang medis, pasti nggak seperti itu," kata Budi saat dihubungi iNews.id, baru-baru ini.
Budi menjelaskan, ukuran celana tak bisa menjadi indikator untuk melihat panjang-pendek umur seseorang. Menurutnya, banyak juga kasus orang yang memiliki ukuran celana di bawah 33 meninggal lebih dulu.
"Jadi, tidak pas beliau menyampaikan itu," ujar Budi.
Ia mengatakan, Indeks Massa Tubuh atau Body Mass Index (BMI) dipakai untuk mengukur idealnya suatu tubuh. Namun, Budi berkata, metode penghitungan tubuh ideal ini memiliki kekurangan.