Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi soal Kasus Viral Dugaan Pedofilia WNA Jepang di Blok M: Belum Ditemukan Siapa Korbannya
Advertisement . Scroll to see content

PB IDI Tegaskan Ukuran Celana Tidak Bisa Jadi Indikator Panjang-Pendek Umur Seseorang

Jumat, 16 Mei 2025 - 08:43:00 WIB
PB IDI Tegaskan Ukuran Celana Tidak Bisa Jadi Indikator Panjang-Pendek Umur Seseorang
Ilustrasi ukuran celana yang dianggap berkolerasi dengan risiko kematian. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

"Kelemahan BMI tidak bisa menilai apakah berat badan berlebih itu karena masa otot yang berlebih atau lemak? BMI nggak bisa. BMI juga tidak bisa menilai lemak di dalam darah, lemak jahat itu nggak bisa menilai," paparnya.

Atas dasar itu, Budi menilai pernyataan Menkes soal ukuran celana di atas 33 lebih cepat meninggal dunia terlalu berlebihan. Pasalnya, banyak faktor yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

"Pernyataan ukuran celana di atas 33 cepat menghadap Allah SWT itu terlalu berlebihan, karena faktornya banyak sekali. Banyak, orang kurus yang ukuran celananya 27-28 tapi dia hipertensi atau diabetes, juga meninggal. Yang orang kurus olahragawan meninggal mendadak juga banyak," tegasnya.

"Jadi, untuk menilai orang sehat atau tidak, tidak hanya itu (ukuran celana). Kenapa dia nggak sekaligus ukuran baju? Tapi saya sangat memahami, insinyur Budi itu orang awam," pungkasnya.

Bahaya Punya Perut Buncit

Pria dengan perut buncit memiliki risiko masalah kesehatan yang kompleks. Menurut Dokter Djaja Surya Atmadja, perut buncit itu salah satu tanda kemungkinan sindrom metabolik.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut