Menkes Budi Gunadi Sarankan Minum Susu saat Sahur, Bikin Kenyang Lebih Lama
Laktosa sendiri merupakan gula alami yang secara alami terdapat dalam susu. Dalam kondisi normal, tubuh manusia akan memproduksi enzim laktase untuk membantu memecah laktosa sehingga dapat diserap dengan baik oleh sistem pencernaan.
Namun tidak semua orang memiliki kadar enzim laktase yang cukup dalam tubuh. Pada sebagian orang, kadar enzim ini cenderung lebih rendah sehingga tubuh kesulitan mencerna laktosa.
Kondisi tersebut dikenal sebagai intoleransi laktosa. Jika seseorang dengan kondisi ini mengonsumsi susu atau produk yang mengandung laktosa dalam jumlah besar, maka laktosa yang tidak tercerna akan masuk ke usus kecil.
Di dalam usus, laktosa tersebut kemudian difermentasi oleh bakteri. Proses fermentasi inilah yang dapat memunculkan berbagai gejala gangguan pencernaan seperti perut kembung, gas berlebih, diare hingga sembelit.
Sebab itu, masyarakat diimbau tetap memperhatikan kondisi tubuh masing-masing saat memilih menu sahur. Bagi yang tidak memiliki masalah intoleransi laktosa, susu bisa menjadi pilihan minuman bergizi untuk membantu tubuh tetap bertenaga selama menjalani puasa.
Mengombinasikan makanan tinggi protein dan minuman bergizi seperti susu, kebutuhan nutrisi saat sahur dapat terpenuhi dengan lebih baik sehingga tubuh tetap kuat hingga waktu berbuka tiba.
Editor: Dani M Dahwilani