Kronologi Lengkap Bocah 1 Tahun Ususnya Dipotong Akibat Dugaan Kelalaian Profesor
Adik ipar Nesya yang ada di momen ini merespons, "Qadarullah? Kalau Anda, prof, datang praktik sering terlambat 2-3 jam, itu juga qadarullah?". Si profesor menjawab, "Iya, pak. Qadarullah."
Singkat cerita, terjadi perdebatan dan diskusi di ruang PICU. Suasana sangat tegang dan genting. Rangkaian tes dilakukan malam itu dan untuk pertama kalinya Nesya melihat profesor itu menempelkan stetoskop ke tubuh Jazel.
"Demi Allah, itu yang pertama kalinya. Tidak pernah sekali pun dia memeriksa fisik Jazel sebelumnya saat kontrol di ruangannya," kata Nesya.
Setelah pemeriksaan dilakukan, profesor itu menyampaikan bahwa Jazel mengalami penumpukan feses dan akan diberi obat pencahar. Si profesor lalu bilang, "Saya pernah punya pasien sakit kayak gini, dikasih pencahar besoknya lari-lari."
Analisa profesor itu meleset. Kata Nesya, meski feses Jazel keluar, bocah itu masih kesakitan. Tengah malam, USG dilakukan dan ditemukan adanya kenaikan volume cairan. Harus dikonfirmasi lebih lanjut.