Kronologi Lengkap Bocah 1 Tahun Ususnya Dipotong Akibat Dugaan Kelalaian Profesor
Akhirnya sampai sore hari Jazel makin drop. Badannya lemas sekali dan hanya terbaring di dalam gendongan. Sampai akhirnya Nesya dan suami meminta pemasangan infus untuk masuk obat dan cairan. Tetapi saat pemasangan tersebut Jazel seperti tidak sadar, tidak ada pergerakan apa pun saat disuntik.
Melihat itu Nesya lemas dan menangis. Dia tidak menyangka rangkaian peristiwa dari endoskopi kedua membawa Jazel pada kondisi life and death situation. Di kondisi ini, belum ada tanda-tanda kehadiran profesor. Akhirnya Jazel dilarikan ke PICU di RSCM Kiara menggunakan ambulans.
Profesor itu akhirnya muncul setelah Jazel distabilisasi, itu pun saat Jazel dalam kondisi masih sangat lemah. Di ruang PICU, Nesya meluapkan amarah.
Kalimat pertama yang keluar dari mulut suaminya ketika melihat si profesor adalah, "Prof, apa ini? Anak saya masuk rumah sakit dalam keadaan sehat, betul?". "Si profesor menjawab, "Betul".
"Anda selalu bicara akhirat sama saya, kan? Ini akhirat Anda." Si profesor menjawab, "Ini, pak, ada hal-hal yang kami tidak bisa jawab, pak. Qadarullah."