Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kasus Gangguan Jiwa Berat di Bandung Naik, Kesehatan Mental Jadi Perhatian
Advertisement . Scroll to see content

Kesehatan Mental Anak Tak Boleh Diabaikan, Kini Skrining Bisa Dilakukan Online

Senin, 29 Juni 2026 - 18:22:00 WIB
Kesehatan Mental Anak Tak Boleh Diabaikan, Kini Skrining Bisa Dilakukan Online
Ilustrasi orang tua dan anak. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Ayoe melanjutkan, perkembangan emosi anak tidak hanya dipengaruhi faktor biologis, tetapi juga lingkungan tempat dia tumbuh, termasuk pola pengasuhan di dalam keluarga. Karena itu, setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda dalam proses tumbuh kembangnya.

"Ada anak yang memiliki temperamen bawaan mudah (easy child), tapi ada juga yang sulit atau lambat dan butuh adaptasi. Ini semua terkait dengan perkembangan otak di lima tahun pertama," ungkap Ayoe.

Dia menambahkan, "Faktor genetik menyumbang kurang lebih 50 persen pada stabilitas emosi. Tetapi pola pelekatan, gaya pengasuhan, stabilitas emosi orang tua, dan kualitas hubungan pernikahan ikut mempengaruhi perkembangan emosi anak."

Menurut Ayoe, salah satu langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk memantau perkembangan tersebut adalah melalui skrining kesehatan mental dan emosional sejak dini. Kini, proses itu tidak lagi harus dilakukan secara tatap muka karena sudah tersedia layanan skrining berbasis digital.

"Skrining ini bisa menjadi langkah awal jika ditemukan ada penyimpangan atau ada sebagian aspek emosi yang belum berkembang, sehingga orang tua bisa melakukan stimulasi dan terapi sejak dini," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut