Kenapa Gen Z Gampang Overthinking? Psikolog Ungkap Penyebab Utamanya
"Apa pun dipikirkan terus-menerus. Masa depan dipikirkan, masa lalu dipikirkan, bahkan hal kecil juga dipikirkan," jelasnya.
Selain media sosial, ekspektasi dari diri sendiri maupun lingkungan juga menjadi faktor kuat munculnya overthinking.
"Orang lain memberi ekspektasi, kita juga memberi ekspektasi ke diri sendiri. Ketika merasa tidak mampu memenuhi itu, akhirnya dipikirkan terus," ujarnya.
Ia menambahkan, overthinking yang dibiarkan berlarut-larut bisa berkembang menjadi kecemasan, depresi, hingga gangguan tidur. "Kalau overthinking berlebihan bisa memicu anxiety, depresi, bahkan insomnia," katanya.
Tidak hanya berdampak pada mental, kurang tidur akibat overthinking juga bisa memengaruhi kesehatan fisik. "Kalau cemas berlebih bisa ke fisik juga, misalnya GERD," ujar Veny.