Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jangan Anggap Sepele! Kelainan Ginjal Anak Bisa Dideteksi sejak dalam Kandungan
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Stunting di Indonesia Masih Tinggi, Kenali Penyebab dan Pencegahannya!

Sabtu, 13 Januari 2024 - 22:06:00 WIB
Kasus Stunting di Indonesia Masih Tinggi, Kenali Penyebab dan Pencegahannya!
Multifaktor Penyebab Stunting (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

Dokter spesialis anak, Lucia Nauli Simbolon menjelaskan, masyarakat masih banyak yang belum berani memberikan makanan pertama protein hewani. “Orang tua ketika anak mulai MPASI selalu bertanya apakah makanan pertama tidak buah dulu atau sayur dulu? Mereka menyakini makanan pertama anak adalah buah atau sayur daripada protein hewani,” kata dr Lucia 

Padahal, lanjut dia, anak membutuhkan nutrisi makro dan mikro. Makro dari karbohidrat, lemak dan protein. “Untuk karbohidrat, orang Indonesia suka nasi dan makanan yang manis. Padahal karbohidrat bisa juga diganti dengan ubi ungu atau kentang,“ katanya.

Untuk protein hewani bisa berasal dari ikan karena memiliki kadar DHA tinggi yang penting untuk otak. Tapi untuk pembentukan otot, dr Lucia menyebutkan daging merah dan ayam sebagai sumbernya. Sementara sumber lemak juga bukan hanya dari butter atau keju, tapi juga bisa santan.

Rencanakan kehamilan cegah stunting

Hal yang juga penting dilakukan mencegah terjadinya stunting adalah perencanaan kehamilan. Kemenkes disebutkan Fauzi memiliki 11 intervensi spesifik untuk mencegah terjadinya stunting mulai dari masa kehamilan, sebelum lahir, dan setelah melahirkan. 

“Intervensinya bahkan dimulai sejak masih remaja putri, yaitu dengan memberikan tablet tambah darah (TTD) untuk mencegah anemia.” 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut