Jangan Salah Kaprah! Ini Hubungan Ejakulasi Rutin dan Risiko Kanker Prostat
Temuan terkait hubungan ejakulasi dan kesehatan prostat juga pernah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Translational Andrology and Urology Volume 15 Nomor 2 pada 28 Februari 2026.
Penelitian tersebut menyebut pria yang tidak melakukan ejakulasi selama lebih dari empat hingga tujuh hari cenderung mengalami penumpukan semen dalam sperma. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan motilitas atau kemampuan gerak sperma.
Selain itu, risiko kerusakan DNA pada sperma juga dapat meningkat. Akibatnya, meskipun jumlah sperma terlihat lebih banyak, kualitasnya justru menurun.
Sebaliknya, masa pantang ejakulasi yang lebih pendek diketahui dapat menjaga kualitas sperma tetap baik. Hal ini bahkan sering dianjurkan bagi pria yang sedang menjalani program kehamilan.
Sementara itu, laporan ilmiah yang dihimpun dari National Library of Medicine juga menyebut pria yang rutin melakukan ejakulasi memiliki kemungkinan lebih kecil terkena kanker prostat.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa menjaga frekuensi ejakulasi dalam batas wajar dapat memberikan manfaat bagi kesehatan reproduksi pria. Meski begitu, para ahli tetap menekankan pentingnya memahami penelitian tersebut secara bijak.
dr Tirta mengingatkan masyarakat agar tidak menafsirkan hasil penelitian secara berlebihan. Dia menegaskan frekuensi ejakulasi yang disarankan adalah dalam interval tertentu, bukan dilakukan secara terus-menerus.
Editor: Dani M Dahwilani