Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Daging Olahan Marak di Pasaran, Bahaya Kanker Mengintai
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Darurat Perawat Onkologi, Ini Faktanya!

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:39:00 WIB
Indonesia Darurat Perawat Onkologi, Ini Faktanya!
Ilustrasi perawat onkologi. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perawat onkologi di Indonesia jumlahnya masih sangat sedikit. Padahal, peran perawat onkologi sangat penting dalam perjalanan perawatan pasien kanker, terutama kanker payudara yang jumlahnya sangat banyak di Indonesia.

Menurut data Globocan 2022, kasus kanker payudara di Indonesia diprediksi mencapai 41,8 per 100.000 penduduk. Angka kasus yang sangat tinggi, dan karena itu peran perawat onkologi sangat penting dalam proses pengobatan pasien.

Disampaikan Edy Gunawan selaku CEO MRCCC Siloam Hospitals, peran perawat onkologi itu penting, karena mengetahui ilmu dasar dalam pengobatan kanker.

Edy Gunawan selaku CEO MRCCC Siloam Hospitals. (Foto: Muhammad Sukardi)
Edy Gunawan selaku CEO MRCCC Siloam Hospitals. (Foto: Muhammad Sukardi)

"Obat kemoterapi itu sangat sitotoksik, artinya harus di-handle khusus. Kalau perawat umum belum tentu paham pakai alat pelindung dirinya seperti apa, obat kemoterapi ini boleh terbuka di udara berapa lama," kata Edy saat ditemui iNews.id do MRCCC Siloam Hospitals Jakarta, Jumat (13/2/2026).

"Lalu, obat kemoterapi tertentu sebelum disuntik ke pasien, harus di-cross check dulu. Ini apakah warnanya berubah, apakah ada kontaminasi, dan lainnya. Nah, perawat biasa belum tentu memiliki kompetisi itu," tambahnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut