Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Sebut Kanker Bisa Disembuhkan, Asalkan...
Advertisement . Scroll to see content

Fantastis! Biaya Pengobatan Kanker Tembus Rp5,9 Triliun

Kamis, 05 Februari 2026 - 21:13:00 WIB
Fantastis! Biaya Pengobatan Kanker Tembus Rp5,9 Triliun
Ilustrasi skrining kanker payudara dengan mammografi. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap besarnya beban pembiayaan kanker yang harus ditanggung negara. Setiap tahunnya, anggaran penanganan kanker di Indonesia menembus angka Rp5,9 triliun, menjadikan penyakit ini sebagai salah satu penyakit katastropik dengan biaya tertinggi.

Fakta tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Murti Utami, di tengah peringatan Hari Kanker Sedunia. Ia menegaskan, tingginya pembiayaan kanker tak lepas dari masih rendahnya kesadaran masyarakat melakukan deteksi dini.

“Terdapat sekitar 400 ribu kasus baru setiap tahunnya. Ini bukan sekadar angka, melainkan tentang masa depan keluarga yang terdampak. Saat ini, kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) masih menjadi beban tertinggi,” jelas Murti Utami yang akrab disapa Ami, dikutip dari laporan resminya, Kamis (5/2/2026).

Ia menambahkan, keterlambatan penanganan menjadi penyebab utama tingginya angka kematian akibat kanker di Indonesia.

"Beban ini tidak hanya dirasakan oleh negara, tetapi juga berdampak secara ekonomi pada masyarakat," katanya.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan, kanker bukan lagi penyakit yang tak bisa disembuhkan. Menurutnya, peluang kesembuhan sangat besar apabila kanker terdeteksi sejak dini dan langsung ditangani secara medis.

“Kanker bisa disembuhkan, sama seperti penyakit lainnya. Masyarakat tidak perlu takut untuk memeriksakan diri. Jika diketahui di stadium satu, kesembuhan sangat mungkin terjadi. Apalagi dengan kecanggihan teknologi saat ini, harapan kesembuhan juga semakin tinggi,” ujar Menkes Budi.

Menkes menilai, rasa takut dan penyangkalan masih menjadi penghambat utama masyarakat untuk datang memeriksakan diri. Padahal, kemajuan teknologi medis saat ini telah membuka peluang besar bagi pasien kanker untuk pulih.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut