Ejakulasi Rutin Baik untuk Sperma, dr Tirta Ingatkan Tak Boleh Dilakukan Setiap Hari
Lebih lanjut, dr Tirta menyampaikan sperma yang dikeluarkan secara rutin memiliki kualitas lebih baik. Sebaliknya, jika terlalu lama tidak dikeluarkan, sperma bisa menumpuk di dalam sistem reproduksi pria.
Penumpukan tersebut terjadi di bagian epididimis, yakni saluran tempat penyimpanan sperma yang berada di dekat testis. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kualitas sperma.
Percepat Layanan, Kemkomdigi Dorong BPJS Kesehatan Manfaatkan Teknologi AI
“Jadi karena kelamaan enggak dikeluarin, dia membantu di epididymis, di tampungan testis ya, jadi yang ganggu. Kedua, bisa mengurangi faktor resiko CA prostat itu betul. Dan itu ada paper-nya,” katanya.
Sebelumnya, penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Translational Andrology and Urology Volume 15 Nomor 2 pada 28 Februari 2026 mengungkap dampak jarak waktu ejakulasi terhadap kualitas sperma.
Hasil penelitian tersebut menyebut pria yang tidak melakukan ejakulasi selama lebih dari empat hingga tujuh hari cenderung memiliki volume semen lebih banyak. Namun kondisi ini justru berpotensi menyebabkan sperma menumpuk dan mengendap.
Penumpukan tersebut dapat menurunkan motilitas atau kemampuan gerak sperma. Selain itu, risiko kerusakan DNA pada sperma juga dapat meningkat.
Sederhananya, meski jumlah sperma terlihat lebih banyak, kualitasnya justru bisa menurun. Hal ini tentu dapat memengaruhi tingkat kesuburan pria.